(jilid 1)
Di sini, di sudut heningku, ku merasakan sepi dan kegalauan. terlihat pohon menari-nari nan elok dengan busana rembulan malam. terlintas senyummu yang datang menggodaku dan memaksaku untuk keluar dari keheninganku.
Aku mencintaimu tapi ku tak berharap di cintai, aku menyayangimu tapi aku tak beharap kau menyayangiku dan ku tak berharap memilikimu. cukuplah perasaan ini hanya aku yang memiliki, sebab jika kita saling memiliki perasaan yang sama makanya semuanya akan hancur. Aku sadar kalau cinta dan kasih sayngku ini tertuju pada orang yang tidak tepat. seharusnya aku hanya bisa menganggapnya seperti kakak, tapi aku tidak bisa melakukan itu.
komunikasi kami lancar, bahkan terkadang di saatku di rundung masalah aku tidak sungkan-sungkan menceritakan padanya dan meminta solusi. Dia pun merespon keluhanku baik problem dikeluargaku dan juga problem dalam hubungan pertemananku di sekolah. terkadang pula di saatku mengeluh padanya, air mataku tak dapat ku bendung apalagi menyangkut Alm.Bapakku. perasaanku padanya sudah cukup lama, dan aku selalu berpikir " apakah aku harus terus memiliki perasaan seperti ini padanya ? apakah aku harus terus terpuruk pada persaan yang akan mendatangkan masalah buatku ? Entahlah " pertanyaan demi pertanyaan ku munculkan dalam batok kepalaku tapi aku tak kunjung menemukan jawabnya. sekarang aku benar-benar bingung dan dilema, haruskah aku melupakannya atau tetap bertahan pada perasaanku. Dan yang lebih membuat ku bingung " apakah dia mengetahui perasaanku ? " Ahhhhhhhhhhh, Entahlah,. kepalaku bisa-bisa botak jika terus melontarkan pertanyaan terus-menerus pada diriku sendiri.
Semenjak ku mengenalnya, aku merasa ada perubahan pada sikapku sendiri, aku lebih sering mendekatkan diri padaNYA, tapi semua ku lakukan bukan karena dirinya, melainkan karena ALLAH SWT. Aku sering membaca buku islamic, aku pernah membaca buku " kaau saja kita sedang di rundung masalah atau dilema sebaiknya tempat kita mengeluh dan mengadu yang paling tepat adalah kepada Sang Khalik melalui shalat-shalat Fardhu dan Shalat Tahajjud kita melontarkan keluhan kita dama do'a-do'a kita padaNya". Malam ini merupakan malam jum'at dan saran dari Dia itu "pada saat malam jum'at akan sangat bagus kita membaca Al-Qur'an dan melakukan shalat Tahajjud". Dia orangnya cukup mengerti tentang agama dan ajaran-ajarannya. Aku hanya ingin meminta dan diberi petunjuk dari-Nya dilema ku saat ini. Tapi sekali lagi mengingatNYA dan ku menghadapNYA bukan karena Dia, melainkan karena keinginanku sndiri dan karena ALLAH SWT.
Sepenggal kisahku, di saatku mencintainya, hingga sekarang.
masih banyak kisah-kisah selanjutnya..
(-_-) :-) :-D
SUTRA always... :-*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar